Kebangkitan Hati dan Jiwa

PULAU KEBANGKITAN HATI DAN JIWA

61375_132372480143421_100001120094315_173006_1474550_n1Pada suatu ketika, ada sebuah pulau yang dihuni oleh semua sifat manusia. Ini berlangsung sangat lama sebelum mereka menghuni tubuh manusia, dan lama sekali sebelum kita mengotak-atikannya kedalam istilah baik atau buruk. Pokoknya mereka ada, dengan beragam ciri-cirinya sendiri.

Bahkan sifat-sifat tersebut berdiri sendiri sebagaimana organ tubuh manusia.
Mungkin itu sebabnya pada akhirnya mereka bersatu.

Dipulau tersebut hiduplah Optimisme, Pesimisme, Pengetahuan, Kemakmuran, Kesombongan, dan Kasih Sayang.

Sudah barang tentu sifat-sifat yang lain hidup disana juga. Ketika disuatu hari dimaklumatkan bahwa pulau tersebut pelan-pelan tenggelam. Ketika sifat-sifat tersebut mendengar berita ini, Akhirnya mereka dilanda kepanikan.
Mereka berlarian kesana kemari seperti semut yang rumahnya diinjak sampai hancur berantakan.

Setelah beberapa saat mereka mulai tenang dan merencanakan tindakan positif untuk hidup di pulau itu, tapi kebanyakan dari mereka ingin pergi dengan perahu, jadi mereka semua memperbaiki perahu mereka dan mengatur pemberangkatan untuk mudik lebaran dari pulau ke pulau.

Sialnya, Kasih Sayang ini belum siap. Dia tidak memiliki perahu sendirian. Mungkin dia telah meminjamkannya kepada seseorang bertahun-tahun yang lalu. lalu Dia menunda keberangkatannya hingga saat-saat terakhir agar dia bisa membantu orang lain bersiap-siap. Pada akhirnya Kasih Sayang memutuskan bahwa dia harus meminta bantuan secepatnya.

Saat itu Kemakmuran baru saja berangkat dari dermaga didepan rumahnya yang besar. Perahunya pun sangat besar sekali, lengkap dengan semua teknologi paling mutakhir dan perangkat navigasi. Jika bepergian dengannya sudah pasti perjalanan mereka akan menyenangkan.

“Kemakmuran,” panggil Kasih Sayang, “bolehlah aku ikut bersamamu?”
“Tidak bisa,” jawab Kemakmuran. “Perahuku sudah penuh.

Berhari-hari kuhabiskan untuk memenuhinya dengan seluruh emas dan perak milikku sendiri. Bahkan hanya tersisa sedikit ruang untuk perabotan antik dan koleksi seni. Tidak ada ruang untukmu disini.”

Kasih Sayang memutuskan untuk minta tolong kepada Kesombongan yang sedang lewat didepannya menaiki perahu yang unik dan indah itu.

“Kesombongan, sudikah engkau menolongku?” tanya Kasih Sayang.
“Maaf, ” kata kesombongan. “Aku tidak bisa menolongmu.
Tidakkah kau lihat sendiri? Kamu basah kuyup dan kotor. Coba bayangkan, betapa kotornya dek perahuku yang mengilat ini nanti jika kamu naik kesini.”

Lalu Kasih Sayang melihat Pesimisme yang sedang berusaha sekuat tenaga mendorong perahunya ke air. Kasih Sayang meletakkan tangannya ke buritan kapal dan membantu Pesimisme mendorong perahunya.

Pesimisme mengeluh terus menerus. Perahunya terlalu berat, pasirnya terlalu lembut, dan airnya terlalu dingin. Sungguh hari yang tidak tepat untuk melaut.

Peringatan yang diberikan mendadak sekali, dan pulau ini tidak seharusnya tenggelam. Mengapa semua kesialan ini terjadi padanya? Mungkin dia bukan teman seperjalanan yang menyenangkan.

Sedangkan Situasi Kasih Sayang sudah sangat kepepet.
“Pesimisme, bolehkah aku menumpang perahumu?”
“Oh, Kasih Sayang, engkau terlalu baik untuk berlayar denganku. Sikapmu yang penuh perhatian bahkan menjadikanku merasa lebih bersalah dan tidak karuan.
Bayangkan, seandainya ada ombak besar yang menghantam perahu kita dan engkau tenggelam. Bagaimana menurutmu perasaanku jika itu terjadi? Tidak, aku tidak bisa mengajakmu.”

Salah satu perahu yang dilihat terakhir kali meninggalkan pulau adalah Optimisme. Dia tidak percaya dengan segala omong kosong tentang bencana dan hal-hal buruk, yaitu bahwa pulau ini akan tenggelam. Karena Seseorang akan mampu berbuat sesuatu dan sebelum pulau ini benar-benar tenggelam.

Kasih Sayang berteriak memanggilnya, tetapi Optimisme terlalu sibuk menatap kedepan dan memikirkan tujuan berikutnya sehingga dia tidak mendengar.

Kasih Sayang berteriak memanggilnya sekali lagi, tetapi bagi Optimisme tidak ada istilah menoleh kebelakang. Dia sudah meninggalkan masa lalu dibelakang, dan berlayar menuju masa depan.

Pada saat Kasih Sayang sudah nyaris putus asa, dia mendengar sebuah suara, “Ayo, naiklah keperahuku.”
Kasih Sayang merasa begitu lelah dan letih sehingga dia meringkuk diatas perahu dan langsung tertidur.

Dia tertidur sepanjang perjalanan sampai nakhkoda kapal mengumumkan bahwa mereka telah sampai ditanah kering dan dia bisa turun.
Dia begitu berterimakasih dan gembira karena perjalanannya berjalan aman sehingga dia berterimakasih kepada sang nakhoda dengan hangat, kemudian meloncat kepantai.

Dia melambaikan tangannya ketika pelaut itu meneruskan perjalanannya. Baru pada saat itulah dia sadar kalau lupa menanyakan nama nakhoda itu.

Ketika dipantai dia bertemu dengan Pengetahuan dan bertanya,”Siapa tadi yang menolongku?”

“Itu tadi Waktu” jawab si Pengetahuan.

“Waktu?” tanya Kasih Sayang,
“Mengapa hanya Waktu yang mau menolongku ketika semua orang tidak mau mengulurkan tangannya ?”

Pengetahuan pun tersenyum dan menjawab, “Sebab hanya Waktu yang mampu mengerti betapa hebatnya Kasih Sayang.”

*****

Sama halnya buat anda yang sampai kini masih belum mengerti akan dari arti kasih sayang dan cinta,

ketahuilah…..

Ada saatnya seseorang terhanyut dalam buaian cinta, tapi tak jarang pula seseorang terluka dan akhirnya berbuat nekad, juga karena cinta. Cinta datang dan menyapa siapa saja yang dia kehendaki. Tak peduli gadis, perjaka, janda, duda, bahkan yang sudah punya pasangan resmi sekalipun.

Jatuh cinta memang berjuta rasanya, seakan akan dunia serasa milik berdua. Tak peduli orang mau bilang apa, logika pun kadang terabaikan. Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga, begitulah kata pujangga.

Ketika cinta menyentuh hati……..

Ketika cinta mengecup mesra…….

Ketika cinta membelai indah………

Ketika cinta mendekap erat……..

Ketika itu juga hasrat menggoda jiwa…….

Setiap detik yang berlalu, setiap menit yang terlewatkan, setiap jam yang terbuang, rasanya tak ingin berpisah dan menjauh darinya.

Cinta tak selamanya memberikan kehangatan, keindahan dan kebersamaan. Namun Saat hati terluka karena cinta, saat api cemburu membakar dada, semua cara dihalalkan untuk mendapatkan cinta itu kembali. Apalagi saat cinta harus berbagi dengan yang lain, hati tak akan rela melepasnya pergi dan ditengah-tengah inilah muncul yang namanya kasih sayang.

Cinta itu penuh misteri, kawan?
tapi tanpa cinta, hidup juga rasanya juga berarti.

Di kutip Dari CERITA dan DERITA Aneh (RKJ) Rakyat Kecil Jelata